Dampak Buruk Ketika Salah Pilih dalam Pemilu

Tim Siyasah
7.3.25
Last Updated 2025-03-07T16:57:36Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates


Ilustrasi
PEMILIHAN umum (Pemilu) dan Pemilihan kepala daerah serentak tahun 2024 telah berakhir. Presiden, DPR, gubernur dan bupati juga telah terpilih. Sekarang saatnya rakyat 'menikmati' hasil dari pilihannya pada pesta demokrasi tersebut.

Pemilu dan pemilihan, adalah kesempatan bagi masyarakat untuk memilih pemimpin dan wakil rakyat yang akan menjalankan pemerintahan. Namun, sering kali ada orang yang salah pilih karena kurangnya informasi, mudah percaya janji manis, atau sekadar ikut-ikutan. Padahal, memilih pemimpin yang tidak tepat bisa berdampak buruk, baik dalam waktu dekat maupun jangka panjang.

Dampak buruk juga terjadi, ketika warga sengaja tidak ikut berpartisipasi dalam pemilu dan pemilihan.

Berikut beberapa akibat ketika masyarakat salah memilih dan tidak ikut berpartisipasi dalam Pemilu.
  1. Kebijakan yang Tidak Menguntungkan Rakyat. Pemimpin yang tidak kompeten atau tidak peduli dengan rakyat bisa membuat kebijakan yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Misalnya, harga kebutuhan pokok bisa naik drastis, lapangan kerja sulit didapat, dan ekonomi menjadi tidak stabil.
  2. Maraknya Korupsi. Jika masyarakat memilih pemimpin yang punya rekam jejak korupsi, maka kemungkinan besar praktik korupsi akan terus terjadi. Uang negara yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat bisa disalahgunakan demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Hal ini akan menghambat pembangunan dan membuat rakyat semakin menderita.
  3. Buruknya Pendidikan dan Kesehatan. Pemimpin yang tidak memperhatikan pendidikan dan kesehatan bisa membuat fasilitas sekolah dan rumah sakit terbengkalai. Guru-guru dan tenaga medis mungkin tidak mendapatkan perhatian yang layak, sehingga kualitas pendidikan dan layanan kesehatan semakin menurun. Akibatnya, anak-anak kesulitan mendapatkan pendidikan yang baik, dan masyarakat kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.
  4. Ketidakstabilan Politik dan Keamanan. Jika pemimpin tidak bisa mengelola negara dengan baik, bisa terjadi perpecahan di masyarakat. Kebijakan yang tidak adil bisa menimbulkan konflik, unjuk rasa, dan bahkan kerusuhan. Ketidakstabilan ini juga bisa menghambat investasi dan membuat ekonomi semakin terpuruk.
  5. Pembangunan Terhambat. Pemimpin yang tidak punya rencana pembangunan yang jelas bisa membuat infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum terbengkalai. Akibatnya, transportasi sulit, akses ke berbagai layanan publik terganggu, dan pertumbuhan ekonomi melambat.
  6. Masa Depan Bangsa dalam Bahaya. Kesalahan dalam memilih pemimpin tidak hanya berdampak pada saat ini, tetapi juga bisa memengaruhi masa depan bangsa. Jika negara terus dikelola dengan buruk, generasi mendatang bisa menghadapi masalah besar seperti utang negara yang semakin tinggi, lingkungan yang rusak, dan menurunnya kualitas hidup masyarakat.
Memilih pemimpin dalam Pemilu bukanlah hal yang bisa dianggap remeh. Masyarakat harus lebih cermat dalam menentukan pilihan dengan melihat rekam jejak, visi, dan program kerja calon pemimpin.(***)
iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl