![]() |
Wakil Bupati Aceh Timur, T. Zainal Abidin, S.Pd.I., M.H. dengan penuh kelembutan menyerahkan santunan secara simbolis kepada anak-anak yatim. |
ACEH TIMUR, SIYASAH News | Suasana penuh haru dan kehangatan terasa di Masjid Baitul Karim, Simpang Ulim, Aceh Timur, Sabtu (23/3/2025) sore. Ratusan anak yatim duduk dengan wajah penuh harap, menanti momen istimewa di bulan suci Ramadhan.
Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Aceh Timur, yang tengah memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-35, mengisi momentum tersebut dengan kegiatan berbagi kasih. Sebanyak 150 anak yatim menerima santunan sebagai bentuk kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan.
Wakil Bupati Aceh Timur, T. Zainal Abidin, S.Pd.I., M.H., yang hadir dalam acara tersebut, dengan penuh kelembutan menyerahkan santunan secara simbolis kepada anak-anak yatim. Usai penyerahan, suasana menjadi syahdu saat mereka bersama-sama menengadahkan tangan dalam doa, memohon keberkahan dan kemudahan hidup.
"Momentum bulan suci Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk berbagi. Saya mengapresiasi IPHI dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam acara ini. Semoga santunan yang diberikan dapat membawa kebahagiaan bagi anak-anak yatim serta menjadi amal jariyah bagi kita semua," ujar Wakil Bupati.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan tausiah singkat yang mengingatkan tentang keutamaan berbagi dan menyantuni anak yatim. Menjelang waktu berbuka, anak-anak dengan penuh rasa syukur menikmati hidangan yang telah disiapkan.
Terima Kasih Kepada Donatur
Di tengah suasana berbuka yang penuh keakraban, Camat Simpang Ulim, Muhammad Yusuf, SE, mewakili panitia menyampaikan rasa terima kasih kepada para donatur dan semua pihak yang telah berpartisipasi.
"Kami sangat bersyukur atas dukungan semua pihak. Semoga kegiatan ini menginspirasi kita semua untuk terus berbagi dan mempererat tali persaudaraan," ucapnya penuh harap.
Momentum ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian masyarakat Aceh Timur yang terus berusaha menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan, terutama di bulan penuh berkah ini.
Bagi anak-anak yatim yang hadir, momen ini tidak hanya tentang santunan atau hidangan berbuka puasa. Lebih dari itu, mereka merasakan kehangatan kasih sayang dari orang-orang yang peduli, membuat Ramadhan mereka terasa lebih bermakna.(Jimbrown)
Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Aceh Timur, yang tengah memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-35, mengisi momentum tersebut dengan kegiatan berbagi kasih. Sebanyak 150 anak yatim menerima santunan sebagai bentuk kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan.
Wakil Bupati Aceh Timur, T. Zainal Abidin, S.Pd.I., M.H., yang hadir dalam acara tersebut, dengan penuh kelembutan menyerahkan santunan secara simbolis kepada anak-anak yatim. Usai penyerahan, suasana menjadi syahdu saat mereka bersama-sama menengadahkan tangan dalam doa, memohon keberkahan dan kemudahan hidup.
"Momentum bulan suci Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk berbagi. Saya mengapresiasi IPHI dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam acara ini. Semoga santunan yang diberikan dapat membawa kebahagiaan bagi anak-anak yatim serta menjadi amal jariyah bagi kita semua," ujar Wakil Bupati.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan tausiah singkat yang mengingatkan tentang keutamaan berbagi dan menyantuni anak yatim. Menjelang waktu berbuka, anak-anak dengan penuh rasa syukur menikmati hidangan yang telah disiapkan.
Terima Kasih Kepada Donatur
Di tengah suasana berbuka yang penuh keakraban, Camat Simpang Ulim, Muhammad Yusuf, SE, mewakili panitia menyampaikan rasa terima kasih kepada para donatur dan semua pihak yang telah berpartisipasi.
"Kami sangat bersyukur atas dukungan semua pihak. Semoga kegiatan ini menginspirasi kita semua untuk terus berbagi dan mempererat tali persaudaraan," ucapnya penuh harap.
Momentum ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian masyarakat Aceh Timur yang terus berusaha menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan, terutama di bulan penuh berkah ini.
Bagi anak-anak yatim yang hadir, momen ini tidak hanya tentang santunan atau hidangan berbuka puasa. Lebih dari itu, mereka merasakan kehangatan kasih sayang dari orang-orang yang peduli, membuat Ramadhan mereka terasa lebih bermakna.(Jimbrown)