![]() |
Petugas Operasi Pasar Murah sedang melayani warga di depan Kantor Camat Samudera, Aceh Utara, Minggu (23/3). |
Di antara kerumunan itu, Nursiah (55), warga Gampong Teungoh, Kecamatan Samudera, tampak menggenggam kantong berisi beras dan bahan pokok lainnya. Wajahnya lega, meski ia sadar harga yang didapat tidak semurah yang dibayangkan.
"Alhamdulillah, walaupun tidak terlalu murah, tapi setidaknya bisa membeli kebutuhan lain," ujarnya sambil tersenyum tipis.
Sejak Bendungan Irigasi Krueng Pase rusak sekitar empat tahun lalu, kehidupan para petani di Kecamatan Samudera dan sekitarnya berubah drastis. Sawah-sawah mereka tak lagi menghasilkan panen maksimal. Hasil yang menurun membuat mereka kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Hal serupa juga dialami warga di Kecamatan Tanah Pasir. Sehari sebelumnya, Sabtu (22/3), pasar murah digelar di samping Kantor Camat Tanah Pasir. Pagi-pagi sekali, warga sudah memadati lokasi, berharap mendapatkan bahan pokok yang lebih terjangkau.
Operasi Pasar Murah yang digelar Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Aceh Utara ini membawa secercah harapan bagi mereka.
Jaga Stabilitas Harga
Menurut Kepala Disperindagkop UKM Aceh Utara, Kusairi, ST, M.S.M, melalui Kabid Perdagangan Irwandi, SST, pasar murah ini digelar untuk menekan laju inflasi sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Pemkab Aceh Utara memberikan subsidi pada beberapa kebutuhan pokok, seperti beras Rp5.000/kg, gula Rp5.000/kg, minyak goreng Rp5.000/kg, telur ayam Rp10.000/papan, dan tepung terigu Rp5.000/kg.
Irwandi menjelaskan, subsidi ini bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) dengan kuota mencakup 3.000 kg beras, 1.650 kg gula pasir, 1.650 kg minyak goreng, 500 kg tepung terigu, dan 630 papan telur ayam.
Setelah Kecamatan Samudera dan Tanah Pasir, pasar murah akan berlanjut di Kecamatan Nisam Antara, Samudera, dan Simpang Keuramat. Selanjutnya, kegiatan yang sama dijadwalkan berlangsung pada 26 Maret di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Tanah Luas, dan Bandar Baro. Operasi pasar ini akan berlanjut pada 27 Maret di Kecamatan Meurah Mulia dan Dewantara, kemudian di Kecamatan Kuta Makmur pada 28 Maret.
Bagi warga yang selama ini bergantung pada hasil sawah yang tak lagi memadai, kehadiran pasar murah ini bagaikan angin segar. Di tengah kesulitan yang terus mendera, setidaknya mereka bisa membawa pulang beras, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya untuk menyambut Idul Fitri dengan sedikit lebih tenang.(Tim)