![]() |
Ilustrasi |
Dalam sistem demokrasi, pembangunan yang baik tidak hanya menjadi tugas pemerintah. Masyarakat, termasuk kelompok kecil seperti warga desa, buruh, petani, dan pedagang kecil, juga memiliki peran penting dalam mengawasi jalannya pembangunan.
Pengawasan dari masyarakat sangat penting, diantaranya karena dapat mencegah korupsi dan penyelewengan dana. Dengan ikut mengawasi, masyarakat bisa membantu mencegah penyalahgunaan anggaran atau proyek pembangunan yang merugikan rakyat.
Selain itu, pengawasan masyarakat juga dapat menjaga transparansi dan kejujuran. Jika masyarakat ikut memantau, pemerintah akan lebih terbuka dalam menjelaskan rencana dan pelaksanaan pembangunan.
Pengawasan masyarakat juga dapat meningkatkan kualitas pembangunan. Dengan adanya masukan dari masyarakat kecil, pembangunan bisa lebih sesuai dengan kebutuhan warga setempat.
Manfaat lainnya, dapat mencegah dampak buruk bagi warga. Pembangunan bisa berdampak negatif, seperti pencemaran lingkungan atau penggusuran warga. Jika masyarakat ikut mengawasi, hal ini bisa dicegah lebih awal.
Cara Masyarakat Mengawasi
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan masyarakat kecil untuk ikut mengawasi pembangunan, septi ikut dalam musyawarah (Musyawarah rencana pembangunan/Musrenbang) dan rapat warga. Dalam rapat warga atau diskusi publik, masyarakat bisa bertanya, memberi masukan, atau menyampaikan keluhan tentang pembangunan yang sedang berlangsung.
Cara lainnya, dengan memanfaatkan media sosial. Media sosial bisa menjadi alat untuk melaporkan masalah pembangunan yang tidak beres agar lebih cepat diketahui pihak berwenang.
Selain itu juga dengan membentuk kelompok warga. Dengan membentuk kelompok kecil, warga bisa bekerja sama dalam memantau proyek pembangunan di lingkungan mereka.
Jika masyarakat menemukan kejanggalan dalam pembangunan, mereka bisa mengumpulkan bukti berupa foto, video, atau laporan tertulis untuk disampaikan kepada pemerintah atau media.
Tantangan yang Dihadapi Masyarakat
Walaupun berperan penting, masyarakat sering menghadapi kendala seperti, kurangnya informasi tentang proyek pembangunan. Tidak tahu cara melapor jika menemukan masalah. Takut mendapat tekanan dari pihak tertentu.
Untuk mengatasi hal ini, pemerintah dan organisasi masyarakat sipil perlu memberikan pelatihan dan dukungan agar masyarakat kecil lebih berani dan paham cara melakukan pengawasan.(Tim Siyasah)